MANDALIKANEWS.COM | JAKARTA — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, secara resmi menutup kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Tahun 2025, Selasa (16/12). Acara ini diselenggarakan bukan hanya sebagai upaya penguatan evaluasi tahun 2025, tetapi juga proyeksi dan konsolidasi kinerja kementerian di tahun 2026
“Kegiatan ini merupakan momentum bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk melaporkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi kepada masyarakat sebagaimana transformasi menuju Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang profesional, responsif, berintegritas, modern, serta akuntabel," ujar Menteri Agus.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus juga memberikan poin-poin evaluasi. Ia menekankan bahwa kinerja selama satu tahun bukan tanpa catatan. Ia menilai terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, baik dari dukungan manajemen dan teknis di keimigrasian serta pemasyarakatan.
Catatan evaluasi dan perbaikan tersebut adalah layanan penerbitan paspor, layanan Surat Dukungan Untuk Work and Holiday Visa (SDUWHV), pungutan liar (pungli) oleh petugas keimigrasian, penipuan dan pengendalian narkotika dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan), serta pemindahan Warga Binaan ke Pulau Nusakambangan.
Guna mengatasi permasalahan tersebut, Menteri Agus telah menyiapkan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk tahun 2026. Penyusunan 15 program aksi tersebut juga merupakan bagian dari upaya percepatan dalam mewujudkan program nasional Presiden Prabowo Subianto. Nantinya, pelaksanaan 15 Program Aksi tersebut wajib dilaporkan berjenjang serta dilakukan evaluasi secara berkala.
Menutup sambutannya, Menteri Agus mengajak untuk menjadikan rapat koordinasi ini menjadi awal dari sebuah proses untuk melanjutkan transformasi digital yang berdampak langsung pada peningkatan layanan, menegakkan integritas sebagai pilar utama reformasi birokrasi, dan meningkatkan koordinasi dengan seluruh mitra kerja. Menteri Agus juga ingin memastikan seluruh aparatur mampu bergerak dalam satu arah, satu visi, dan satu perubahan, bekerja lebih cepat, lebih cermat, lebih bersih, dan lebih berdampak.
“Jaga Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan layaknya menjaga rumah sendiri. Pastikan transformasi terus berjalan sesuai cetak biru yang telah kita canangkan agar eksistensi kementerian ini jadi kokoh dan berlanjut,” kata Menteri Agus.***
