MANDALIKANEWS.COM | JAKARTA — Menjelang pelaksanaan Kongres Pemuda Parlemen Indonesia (PPI), Wakil Direktur Politik dan Riset PPI, Juan Turpyn, mengajak seluruh rekan PPI untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat, rasional, dan berorientasi pada gagasan, bukan pada provokasi, hasutan, ataupun ujaran kebencian.
Juan menegaskan bahwa Kongres PPI merupakan momentum strategis untuk menentukan arah organisasi ke depan. Oleh karena itu, proses pemilihan Direktur Eksekutif harus menjadi ruang adu program, visi, serta komitmen nyata terhadap kemajuan pemuda Indonesia.
Menurutnya, kualitas kepemimpinan tidak dapat diukur dari seberapa keras narasi menyerang pihak lain, melainkan dari seberapa jelas solusi yang ditawarkan bagi organisasi.
“PPI adalah rumah bagi para pemuda yang ingin belajar. Maka, memilih Direktur Eksekutif bukan soal siapa yang paling lantang, tapi siapa yang paling siap membawa PPI lebih adaptif, inklusif, dan berdampak. Kita harus menilai kandidat dari program kerja, rekam jejak, serta gagasan, bukan dari hasutan atau ujaran kebencian,” ujar Juan dalam keterangannya.
Ia juga menyoroti pentingnya kedewasaan politik di kalangan anggota PPI. Dalam era digital, arus informasi sangat cepat dan kerap memicu polarisasi apabila tidak disikapi secara bijak.
Juan mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berubah menjadi konflik personal yang justru merugikan organisasi. Sebaliknya, perbedaan harus dimaknai sebagai kekuatan untuk memperkaya perspektif.
“Kongres bukan arena saling menjatuhkan, tetapi ruang kolaborasi. Setiap rekan-rekan perlu menahan diri dari narasi yang memecah belah. Kritik boleh, bahkan perlu, tetapi harus konstruktif, berbasis data, dan ditujukan untuk perbaikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Juan mengajak seluruh peserta kongres untuk mengedepankan nilai-nilai positif dalam setiap tahapan proses demokrasi organisasi.
Ia menilai bahwa PPI memiliki peran sebagai representasi intelektual pemuda dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, sikap, komunikasi, dan etika politik yang ditunjukkan dalam kongres akan menjadi cerminan kualitas PPI.
Menurut Juan, Direktur Eksekutif PPI ke depan harus mampu menjawab tantangan zaman, mulai dari isu akademik, jejaring nasional maupun internasional, advokasi pelajar, hingga penguatan citra Indonesia. Semua itu hanya dapat dicapai jika proses pemilihannya berlangsung secara sehat, transparan, dan berlandaskan ide.
“Kita ingin PPI melahirkan pemimpin yang tidak hanya populer, tetapi juga visioner dan solutif. Mari kita jadikan Kongres PPI sebagai pesta gagasan, bukan pesta emosi,” tambahnya.
Ia berharap semangat kebersamaan tetap terjaga, sehingga siapa pun yang terpilih nantinya benar-benar merupakan hasil dari proses demokrasi yang berkualitas dan mencerminkan kepentingan bersama pelajar Indonesia.***
